Rabu, 23 Januari 2008

SEJARAH ZIONISME

SEJARAH ZIONISME
Konsep zionisme pada awalnya lahir dari perut tradisi kaum protestan di Inggris pada abad ke-17.
Tahun 1621 Masehi adalah merupakan tahun awal dari sejarah gerakan zionisme ,
yaitu ketika seorang pengacara Inggris yang bernama Hazzi Fisher menerbitkan sebuah buku yang berjudul :
"The Great International Return " atau" The Call to Judah", yang menyerukan agar orang-orang Yahudi
kembali ke Palestina.

Adapun tendensi dari pemikiran ini pada awalnya hanya berkembang sebagai suatu wacana saja.
Bahkan hal itu hanya berupa semacam suatu legenda yang disebut dengan Judeo Kristen.
yang sekarang gerakan itu muncul kembali di Amerika serikat, khususnya di tengah kalangan fundamentalis kristen protestan.

Tadinya konsep ini mengambang dan tidak bertendensi politis.
Akan tetapi setelah berkembang dikalangan para intelektual, konsep ini kemudian menjelma
menjadi sebuah latar belakang bangkitnya kembali spirit dari kaum Yahudi untuk kembali ke Palestina.
dengan bernuansakan politik yang lebih kental.
Apa lagi setelah beberapa pemikir zionisme menduduki posisi strategis di puncak pengambilan keputusan,
seperti George Gawler Seorang Gubernur yang berasal dari Australia Selatan dan Henry Innes seorang menteri kelautan inggris. Innes pernah menulis memo pada tahun 1839 ke Amerika Utara dan Eropa.
Oleh seorang bangsawan Inggris, Palmeston, memo itu kemudian di ajukan ke Ratu Victoria.
Adapun isi dari pada memo tersebut adalah meminta dukungan untuk mengembalikan
kaum yang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia ke Palestina.
Dari sinilah awal dari bertemunya dua kepentingan yaitu kepentingan Imperialis
dan kepentingan Zionis.
Pada era inilah Imperialisme Barat menugaskan Yahudi sebagai problem solver
dalam meghadapi persoalan dikawasan Timur-Tengah. Zionisme berusaha untuk memanfaatkan kekuatan dari kaum muliter Imperialis guna mendirikan Negara Israel di Palestina.

Perkembangan gerakan ini kemudian banyak di perankan oleh seorang yang berprofesi sebagai
Wartawan yang bernama Theodore Herzl dia merupakan keturunan Yahudi yang berkebangsaan Hungaria.
Ia berhasil mengembangkan doktrinnya sejak tahun 1882, guna mencarikan tempat yang aman bagi kaum Yahudi.

Herzl mengarang buku yang berjudul Der Judenstaat dalam rangka untuk memformulasikan
ide-idenya secara sistematis.
Buku ini kemudian banyak mempengaruhi para aktivis-aktivis Yahudi dunia sehingga
pada tanggal 29-31 Agustus 1897 mereka berhasil menggelar konferensi zionisme pertama di kota Bassel Swiss, konferensi itu dihadiri
oleh sekitar 204 delegasi dari 15 negara.
Dari konferensi ini maka lahirlah organisasi Zionis Dunia,
Herzl pun kemudian akhirnya di nobatkan sebagai Bapak
Zionis Dunia dan diangkat sebagai Presiden Organisasi.

Gerakan yang di motori oleh Herlz adalah merupakan suatu gerakan yang bersifat politik bukan bersifat agama.
Zionisme Moderen sangatlah di pengaruhi oleh doktrin-doktrin yang berasal
dari tokoh-tokoh agnostik yaitu tokoh-tokoh yang tidak percaya akan adanya Tuhan,
ia menetang identifikasi judaisme sebagai agama yang dianut oleh Yahudi.
Judaisme hanyalah lebih berfungsi sebagai perekat Yahudi sebagai sebuah ras
manusia super yang melebihi semua bangsa.
Perhatian Herzl lebih di tujukan pada usaha mencari solusi bagi antagonisme Yahudi di dunia.

Esensi Zionisme

Muatan pemikiran zionisme juga banyak di pengaruhi oleh faktor-faktor yang berkembang di dunia
Barat ketika itu. Adapun secara garis besar intinya sebagai berikut:

Pertama, Zionis Politik ( Diplomatik ).

Kelompok inilah yang menyatu dalam budaya Barat, kelompok ini terdiri
dari Leobensikr, moshe Lylynblim, Max Naw daur.
Namun tokoh utama dari semua itu adalah Herzl yang merupakan pendiri
dari zionisme politik itu sendiri.
Adapun orientasi lain dari dari zionisme politik ini adalah aliran
Revisionis yang di pelopori oleh vladimirJabotinsky.
Menurut Dr. Abdul Wahhab Al masiri,
salah seorang pakar tentang zionisme,
mazhab itu hanya merupakan suatu kelanjutan dari aliran Herzl
yang berusaha memindahkan Yahudi Eropa ke Palestina,
dalam waktu segera dan dengan menggunakan segala cara,
terutama kekerasan dan terorisme.

Kedua, Zionisme sosial atau buruh.

Zionisme yang menduduki kawasan palestina sekarang ini adalah mereka yang berimigrasi
kesana dengan cara merampas tanah, mengusir pemilik dan melarang para penduduk
asli menggunakan tanahnya.
Kondisi ini membuat zionis harus menggunakan kekerasan, terorisme dan tindakan represif
terhadap pemilik tanah yang sah.
Sebutan sosialis bagi mereka hanyalah sebuah ungkapan bahwa mereka bekerjasama,
bahu- membahu,dan mengorganisasi kekuatan secara kolektif dalam untuk
mempertahankan tanah jajahan mereka dari
upaya kembalinya penduduk asli.

Ketiga, Zionisme Budaya dan Agama.

Kelompok ini adalah merupakan suatu kelompok yang memiliki suatu keyakinan bahwa
Yahudi adalah merupakan suatu bangsa yang tidak dapat di pisahkan dari Tanah
Palestina dan mereka memiliki hak mutlak disana, yang bersumber darijanji Tuhan dan statusnya
Sebagai bangsa pilihan.

Landasan idiologi

Secara prinsipil gerakan zionisme berpijak pada empat hal utama yaitu: Taurat, Talmud,
Kabala, dan Protokolat. Hal ini bukanlah berati bahwa zionisme tidak keluar dari sumber lain,
masih ada sumber-sumber lain yang bersifat rahasia, tapi sumber yang paling dominan
adalah yang diatas.

1. Taurat

Dalam pengertian Yahudi. Taurat mengandung lima kitab yang dibawa oleh Nabi Musa As yaitu:
Kitab kejadian, kitab keluar, kitab imamat orang lewi, dan kitab hitungan, ulangan, dengan
di perkuat oleh pakar-pakar barat dan ahli perbandingan agama, taurat yang sekarang tidak lain
hanyalah berisikan ayat-ayat dusta dan tulisan-tulisan yang di palsukan yang di jadikan sebagai
garis haluan yahudi baik idiologi, politik, ekonomi dan sosial hingga akhir zaman.
taurat itu di tulis ulang secara menyeleweng oleh para hakamat atau Rabbi Yahudi.

Dari sinilah muncul bibit-bibit supremasi Yahudi sebagai kaum pilihan,
semua bangsa yang bukan Yahudi disebut sebagai ghoyim dan disederajatkan dengan keledai.
Taurat fersi ini membawa pokok-pokok ajaran sebagai berikut :
Pertama, Yahudi adalah bangsa kelas yang tertinggi.
Kedua, manganggap tuhan mereka Yahwe sebagai tuhan yang bengis,
merusak dan selalu menumpahkan darah.
Ketiga, tidak percaya pada hari pembalasan, syurga dan neraka. Ke empat,
menghalalkan khianat, dusta, dan perbuatan keji sebagai cara untuk mencapai tujuan.

2. Talmud

Talmud berasal dari kata lamud yang berarti ajaran.
Talmud mengandung ajaran aqidah Yahudi.
Talmud merupakan ajaran yang disusun oleh hakamat Yahudi
sejak lebih dari 5000 tahun silam.
isinya berupa nasehat, ajaran dan penjelasan -penjelasan taurat.
Talmud moderen terbagi menjadi dua fersi yakni babilonia dan yerusalem.
keduanya sangatlah berbeda jauh baik itu dari segi kuantitatif maupun kualitatif,
hal itu disebabkan karena keduanya di susun dalam kondisi yang berbeda
yaitu pada situai chaos dan kondisi stabil.
kesamaan keduanya hanya terletak pada statusnya sebagai rujukan utama
zionisme internasional karena di yakini berasal dari wahyu tuhan.
tidak akan di anggap sempurna iman Yahudi sebelum mereka mempercayai
seluruh talmud.
bagi meraka menghina ucapan-ucapan hakamat bisa di hukum mati.
Ada pun pokok dari ajaran talmud adalah siang terbagi menjadi 12 jam,
tuhan telah mengakui kesalahannya ketika menghancurkan haikal Sulaiman,
sesungguhnya bangsa Yahudi adalah anak-anak tuhan,
sesungguhnya surga di ciptakan untuk mereka, sedangkan neraka, celaka ,
dan kehinaan adalah merupakan milik ghoyim bangsa bukan manusia,
sesungguhnya tuhan telah memberikan mereka kepemimpinan mutlak di muka bumi,
menghalalkan genosida.

3. Kabala

Kabala berasal dari bahasa ibrani yang berarti qibil yang artinya menerima.
ini adalah merupakan filsafat agama yang bersifat rahasia dan di pegang teguh
oleh Hakamat Yahudi.
Ia merupakan bentuk penafsiran terhadap kitab suci dengan menggunakan
pendekatan sufistik dan rahasia, kabala menerima doktrin okultisme (ilmu sihir)
secara rahasia.

Menurut Dr. Al- Masiri, salah seorang ahli tentang akidah Yahudi yang
berkebangsaan Mesir, gerakan Zionisme merupakan suatu paham yang lahir dari rahim
filsafat Kabala begitu juga hal nya dengan Nazisme Adolf Hitler,
Sigmund Freud. mereka sendiri tumbuh dalam lingkungan ajaran ini.

Kabala sangat berpengaruh besar bagi bangsa Yahudi.
Mayoritas mereka di dunia tidak mengimani tuhan tapi iman kepada bangsa Nabi Musa.
Kesucian tuhan di transformasi ke bangsa yahudi.
Kabala menjadi esensi dari pada gerakan zionisme.
Ketika Yahudi memandang Palestina sebagai negrinya,
maka harus menjadi negrinya.

4. Protokolat

Dokumen ini memuat 24 poin teori untuk menguasai dunia. ini merupakan dokumen rahasia.
yang berisikan keputusan-keputusan yang di buat oleh hakamat yahudi, dan kaum intelek Zionis.
adapun isi dari protokolat tersebut adalah memecah belah semua umat manusia,
dan penaklukan agama.
karena orang yahudi jumlahnya lebih kecil, tidak lebih dari dari 13 juta Yahudi di dunia maka
strategi yang di gunakan adalah cara-cara teror dan konspirasi, mengadu domba, menghasut
dan memfitnah yang di benarkan oleh ke empat sumber di atas.
Hal tersebut menjadi mudah bagi zionisme karena mereka menguasai emas, persenjataan,
sistem moneter, dan politik internasional, hampir dari seluruh peperangan yang terjadi
di dunia ini, di tengarai di dalangi oleh kekuatan ini.
Mengendalikan dunia dengan uang, kekuasaan, dan teror, itulah ambisi dari kaum yahudi,
pelestina harus menjadi tanah air mereka.
 

Tidak ada komentar: